Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/ammy/public_html/blog/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/ammy/public_html/blog/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/ammy/public_html/blog/wp-includes/theme.php on line 540
animo-music.com

ANIMO RAIH 3 PENGHARGAAN MALAM APRESIASI MUSIK BALI 2008

November 8th, 2008

Para Animotion barangkali telah berusaha secara maksimal memberikan dukungan terhadap Animo bahkan Bali Blogger mengerahkan seluruh wadyabalanya untuk vote Animo sebagai band indie terpopuler versi Bali Music Magazine yang dipilih melalui voting online dan kuisioner ke 300 responden langsung. Tapi hingga detik terakhir urutan Animo di voting online hanya duduk di peringkat 2 setelah “ngebut” dari peringkat 5 terbawah hanya dalam waktu 5 hari.

Tapi Animotion tidak perlu kecewa karena pada malam Malam Apresiasi Musik Bali 2008 Jumat 7 November 2008 Animo berhasil membawa 3 penghargaan yang membanggakan hasil kerja keras teamwork Animo. Penghargaan tersebut antara lain Video Clip “Dewiku” karya Nyonyo Esha meraih Video Clip Band Indie Bali terbaik, lalu lagu “Dewiku” menjadi lagu terbaik Band Indie Bali bahkan dalam nominasinya lagu Mimpi Tak Bertepi masuk pula bersanding dengan 4 lagu lainnya. Sedang penghargaan terakhir untuk Animo adalah Album Mimpi Tak Bertepi meraih penghargaan Album Band Indie Terbaik. Sementara Eko Wicaksono sang keyboardist dan penata musik Animo dalam kategori lain meraih penghargaan Penata Musik Lagu Pop Bali terbaik.

Jadi berbahagialah kita semua dan semua Animotion atas prestasi Animo ini. Mudah-mudahan ini sebuah pertanda bahwa kesungguhan kita semua menggarap album Mimpi Tak bertepi membuahkan hasil dan berarti kesungguhan adalah kunci bagi kita meraih prestasi-prestasi lainnya di masa yang akan datang.

Animo ingin bersulang untuk Animotion dan mereka yang telah mendedikasikan waktu, pikiran dan apresiasinya untuk musik Animo. Dukung terus musik Indonesia dan mari kita maju bersama.

ANIMO, (I WISH) MORE THAN MUSIC

August 29th, 2008

Oleh Luh De Suriyani

Saya menyukai Marjinal lebih ke bagaimana ia membangun komunitas dan bergembira di dalamnya. Marjinal, kelompok musik yang lebih suka disebut komunitas di kawasan Setu Babakan Jakarta ini dahsyat karena ia memberikan kebangkitan jiwa anak muda dan anak-anak, dalam lingkungannya.

Marjinal, yang bisa saya simak dari lagu-lagunya, review majalah musik, dan kata orang-orang, membuat bangga komunitasnya. Paling tidak membangunkan orang untuk berpikir dan refleksi saja. Mereka juga terlibat langsung dalam upaya mengubah sesuatu lewat aksi, tidak hanya menyanyi.

Musik bisa memberikan lebih banyak daripada sekadar didengar.

Keinginan seperti ini juga tak terbendung saya alamatkan ke Animo. Enam punggawa Animo adalah Eko Sumarsono (bass), Ami Rosady (vokal), Jeko Fauzy (gitar), Eko Wicaksono (keyboard), Affan Latanette (perkusi), dan Agus Mantoro (drum).

Saya mengenal perta kali Animo, kelompok musisi yang tinggal di Bali ini di launching Bali Blogger Community (BBC), Februari lalu. Trus konser sukarela selanjutnya dihibahkan pada teman2 di Rumah Sakit Jiwa di Bangli ketika BBC mengadakan bakti sosial. Animo, yang juga anggota BBC itu menyanyikan tiga lagu saat di Pitulasan ala BBC tersebut.
Baca selengkapnya>>www.balebengong.net

IT HAPPENED BRO! “BIARKANLAH” No. 1 CHART DI 10 KITA HARD ROCK FM

August 24th, 2008

Patut disyukuri kita semua kebahagiaan menempati posisi terhormat lagu “Biarkanlah” sebagai Chart No. 1 di 10 Kita Hard Rock FM Indonesia. Animo meyakini banyak campur tangan yang menjadikan ini semua terjadi, para Animotions, Media, juga para pecinta musik Animo dan Yang Paling Kuasa di muka bumi ini tentunya. Animo juga meyakini ini bukan pencapaian akhir dan tidak kekal. Untuk itu dalam syukur ini Animo mengucap terima kasih yang mendalam bagi semua pihak dan tetap dukung posisi Animo di No.1 Chart 10 Kita. Terimakasih….terimakasih…….

Animo: Sesi Akustik di Rumah Sakit Jiwa

August 23rd, 2008

Oleh Igo di Musikator pada 23 August 2008

Bali Blogger Community punya cara lain dalam merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-63. Menggandeng ANIMO, band pop-jazzy-super-groovey asal Bali yang baru saja merilis debut album Mimpi Tak Bertepi di Hard Rock Cafe pada 27 Juli 2008 lalu, mereka memilih tempat di Rumah Sakit Jiwa, Bangli – sebuah kota kabupaten berjarak tempuh sekitar 50 Km ke arah Utara dari Denpasar.
Memilih ‘venue’ dan ‘audience’ ini tentu bukan tanpa alasan. Koordinator Bali Blogger Community, Anton Muhajir, punya harapan sederhana: bisa menghibur mereka, karena kenyataan minimnya anggota masyarakat yang peduli pada keberadaan pengidap gangguan jiwa. Bahkan banyak pasien yang tidak pernah lagi dijenguk keluarganya. “Semoga acara ini bisa menghibur mereka yang sering terlupakan,” jelasnya. Baca Selengkapnya di : www.musikator.com

PASIEN RUMAH SAKIT JIWA RAYAKAN HUT RI

August 22nd, 2008
Minggu, 17 Agustus 2008 - 15:32 wib

BANGLI - Hari Kemerdekaan ke-63 RI tak hanya dirayakan masyarakat umum. Pasien dengan gangguan jiwa pun, ikut merayakan hari jadi RI.

Perayaan HUT RI dilakukan sejumlah pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli, Bali, Minggu (17/8/2008). Bersama para blogger yang tergabung dalam Bali Blogger Community, mereka mengikuti berbagai permainan unik. Mulai dari pertandingan sepakbola memakai rok, lomba tiup balon sampai meletus, serta lomba lari membawa kelereng dengan sendok.

Dalam kegiatan yang diinisiasi Bali Blogger Community itu, para pasien RSJ juga diajak bernyanyi bersama oleh grup musik Animo Band. Para pasien juga menerima sumbangan pakaian, keperluan mandi, mi instan, buku, dan uang tunai.

Menurut Koordinator Bali Blogger Community Anton Muhajir, perayaan HUT RI dengan pasien jiwa diharapkan bisa menghibur mereka. Apalagi, tidak banyak anggota masyarakat yang peduli pada keberadaan pengidap gangguan jiwa. Hal itu terbukti dari banyaknya pasien jiwa yang tidak pernah lagi dijenguk keluarganya. “Ini untuk menunjukkan kepedulian pada mereka yang sering terlupakan,” jelas Anton.

Direktur Pelayanan Badan Pelayanan Khusus RSJ  Bangli dr Made Sugiharta Yasa SPKJ menyatakan menyambut baik perayaan HUT RI di RSJ. Pasalnya menurut Sugiharta, selama ini tidak ada masyarakat yang tertarik dengan aktivitas RSJ.

“Padahal kami butuh bantuan yang sangat besar untuk membiayai pasien di sini,” keluhnya sembari menyebut 80 persen pasien RSJ Bangli merupakan pasien miskin. Jumlah pasien RSJ Bangli saat ini mencapai 283 orang, dari kapasitas maksimum 310 orang. (Ni Komang Erviani/Sindo/mbs)

DISABLED CELEBRATE INDEPENDENCE DAY

August 21st, 2008

Kegiatan Hari Kemerdekaan Indonesia oleh Bali Blogger Community dimana Animo Jam Session di RSJ termuat beritanya di The Jakarta Post. Berikut adalah isinya:

Wasti Atmodjo & Ni Komang Erviani , The Jakarta Post , Denpasar | Thu, 08/21/2008 10:24 AM | Surfing Bali

Wiratni, a patient at the hospital for mentally disabled people in Bangli, Bali, sobbed as she accepted toiletries from a visiting member of the Bali Bloggers Community (BBC) on Indonesia’s Independence day last Friday.

“Thank you so much. Don’t forget us. Drop by often. I’m so happy you came,” she said with tears running down her cheeks.

Wiratni was one of the few participating patients in an event held by the BBC to celebrate Indonesia’s 63rd anniversary. The celebration in the hospital was vastly different from the rambunctious celebrations happening elsewhere.

Like Wiratni, many patients of the hospital felt abandoned. Made Lamben, who was allowed to return home a few days prior, was still waiting for someone to come and collect him.

“I’ve been here for four months. Everyone here is very nice. They said I was allowed to go home but no one came to pick me up,” Lamben said.

There was no sad tone in his voice, but his cheerless eyes portrayed an agonized heart.

“I have children and grandchildren, but none of them came to see me,” said Nyoman Cagal, another patient.

During the BBC’s visit, evidence that the hospital was celebrating Independence day could only be ascertained from the flag-raising ceremony that was held earlier in the morning. The flag hung in the front field of the hospital’s 7-hectare confinement area: The lone flag and vast empty landscape spoke volumes of the solitary feeling of many of the hospital’s patients.

“It is a holiday, so as soon as the flag-hoisting ceremony is over, most of our nurses go home, leaving only a few us to keep watch,” said hospital deputy director Made Sugiharta Yasa while greeting members of the BBC.

During the visit, about 60 members of the BBC handed around cleaning tools, instant noodles, books, clothing and toiletries.

A mini-soccer competition, marble race and music show by the Animo band livened up the mood, though only a few of the hospital’s 283 patients were able to participate, most were resting in the wards due to their illnesses.

According to Made Santiasih, head of the hospital services department, many poor- and middle- income families abandon their sick relatives in the hospital.

He said he was thankful the BBC could visit the patients at the hospital.

“We try to do this every year because it’s good therapy for our patients. We are very thankful that there are still people who are willing to give attention and provide them with entertainment,” Santiasih said.

Meanwhile, at Semawang Beach, Sanur, Denpasar, physically disabled people from the Senang Hati Foundation were enjoying a day out.

Wayan Parwati, Wayan Aris, Wayan Sugianto and Komang Susanta had fun diving six meters below the surface of the ocean together with 24 expert divers to hoist the red-and-white underwater.

“I’m a little nervous. But I’m happy,” said the 27 year-old Wayan Parwati, who lost the use of her legs when she was a child.

As the ceremony began, Parwati took her position holding one end of the flag. The ceremony leader gave the signal to place the flag on a rope tied to an anchor on the lower end and a buoy on the upper end.

Parwati released Indonesia’s national flag and it waved in the ocean’s undercurrent. The other participants of the ceremony gave a salute and kissed the flag before swimming back to the surface.

“I am so proud. If they’re having another event like this next year, I’ll definitely join,” Parwati said.

Event committee chairman Gentry Amalo was even happier. He said the event had proven that disabled people could achieve things that normal people could not.

“They’ve actually managed to hoist the flag underwater. This is the most special event that Marine Journalists has ever held,” Gentry said, referring to one of the non-governmental organizations that sponsored the event.

“It is the first-ever underwater flag-hoisting ceremony conducted by disabled people in Indonesia,” he said.

Source: The Jakarta Post

POSISI ANIMO DI 10 KITA HARD ROCK FM NAIK MENJADI PERINGKAT 4

August 18th, 2008

10-kita1.jpg

Sungguh judul itu kami pilih sebagai informasi “vulgar” yang langsung dapat menjadi kebanggaan kita semua. Hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu ketika lagu “Sesungguhnya” (Track nomor 1 dalam CD Mimpi Tak Bertepi) masuk pertamakali di putaran 10 KITA Hard Rock FM se Indonesia sampai minggu ini 17 Agustus 2008 menjadi peringkat ke empat. Hanya tinggal beberapa tahap lagi untuk menempati posisi no. 1. Siapa yang dapat membuatnya selain para Animotions dan juga pecinta lagu Indonesia. Ayo make it dong babe….

Untuk info 10 Kita silakan dengarkan Hard Rock FM di Bali, Surabaya, Jakarta dan Bandung atau lihat di http://www.hardrockfm.com/
Request lagunya dan junjung tinggi karya anak Indonesia. Merdeka!

ANIMO JAM SESSION DI RSJ BANGLI

August 17th, 2008

animo-coverblog.jpg

Bersama Bali Blogger Community dalam rangka 17 Agustusan Animo nimbrung berangkat ke RSJ Bangli bersama sekitar 50-an blogger Bali. Sedari awal Animo berminat sekali bergabung menghibur saudara-saudara kita yang menghuni RSJ Bangli tepat pada hari dimana bangsa Indonesia tengah memperingati kemerdekaannya. Dan siang itu setelah kita diterima oleh manajemen RSJ Bangli kita berkeliling ke semua bangsal serta makan siang.
Setelah makan siang diadakan acara perkenalan sekaligus permainan dan hiburan di tengah area RSJ Bangli yang sangat luas dan asri itu. Dan Animo dengan peralatan yang sederhana tampil akustik disambut meriah oleh para blogger Bali yang berbaur dengan penghuni RSJ. Suasana semakin cair ketika salah seorang penghuni RSJ mau tampil diiringi Animo, maka keluarlah sebuah nyanyian bersyair spontan berisi pesan-pesan social dan dibawakan dengan sangat casual sampai-sampai bingung mengakhiri lagunya. Personil Animo dengan sigap merespon lewat musik yang menyesuaikan syair dan terjadilah jam session yang sangat unik Animo bersama penghuni RSJ. Betul-betul sebuah pengalaman bermusik yang sangat unik dan berkesan sehingga menginspirasi munculnya lagu baru.
Keseharian yang juga tidak normal kerap ditemui dalam kehidupan manusia mencapai anti klimaks dalam suasana jam session di RSJ Bangli itu. Apalagi beberapa blogger spontan bergabung dengan penghuni RSJ lainnya bergoyang ikut irama lagu. Demikian siang itu berlalu dengan riang sampai beberapa kali jam session. Animo tampil dengan ditutup menyanyikan lagu perjuangan yang diikuti seluruh penonton lalu semuanya puas dan acara dilanjutkan lagi dengan permainan dan lomba yang unik.
Hari Minggu 17 Agustus 2008, satu lagi tonggak bersejarah yang diukir Animo bersama Bali Blogger Community. Beberapa personil Animo terutama Eko Sumarsono merasakan hal yang istimewa dalam pengalaman hidupnya selama bermain musik dan ini mendorongnya untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang menghuni RSJ Bangli. “Mungkin sebagai sindiran bagi mereka yang waras barangkali” ujarnya. Ami, Affan, Agus dan Jeko mengamini : “Ini penting karena kalau tidak mampu memanage diri kita, kita juga menjadi penghuni tempat itu” Jadi segeralah seimbangkan hidup kita dengan musik. Tetep promosi dong……

animo-cover.jpganimo1.jpganimo2.jpganimo4.jpg

animo7.jpganimo8.jpganimo10.jpganimo11.jpg

animo12.jpganimo14.jpganimo15.jpganimo16.jpg

KONSER ANIMO DI SANUR VILLAGE FESTIVAL

August 10th, 2008

cover.jpg

animo-affan.jpganimo-agus.jpganimo-ekos.jpgamiro.jpg

ekow.jpgjeko.jpgaudience.jpgaudience2.jpg

Sanur Village Festival yang ke 3 yang menjadi ajang komunitas Sanur dalam membangun Sanur melalui aktifitas komunitasnya dengan food festival, music festival, aneka kompetisi, dan pameran serta pertunjukan seni dan budaya. Penyelenggaraan kali ini berlangsung pada 6-10 Agustus 2008.

Animo mendapat kesempatan tampil di music festival Sanur Village Festival pada hari Sabtu 9 Agustus 2008 jam 18.00 wita. Senja itu Animo tampil dengan 7 lagunya yang disambut antusias para penonton. beberapa Animotions kelihatan hadir saat itu dan setia menyaksikan penampilan Animo serta musisi lain di sore itu. Secara kualitas acara pada Sanur Village Festival mengalami peningkatan juga termasuk pengunjung yang semakin banyak dari tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa semakin hari festival ini semakin baik dan diperlukan sebagai ajang komunikasi komunitas Sanur dengan khalayak yang luas.

Terima kasih kepada Animotions yang hadir, seluruh penonton dan penyelenggara acara yang memberikan kesempatan kepada Animo untuk hadir di Sanur Village Festival.

LAGU ANIMO MASUK CHARTS RADIO

August 10th, 2008

Suatu hari, Wherda, music director Hard Rock Radio Bali berkirim SMS: “Congrats Guys, Lagu Animo “Biarkanlah” masuk putaran chart Hard Rock Radio yang berarti masuk chart jaringan Hard Rock Radio di Jakarta-Bandung-Surabaya-Bali dan bertarung dengan lagu Indonesia lainnya” SMS ini sangat mengagetkan, pertama karena yang masuk chart justru bukan lagu “Dewiku” dan “Mimpi Tak Bertepi” yang dijagokan itu, kedua karena masuknya lebih cepat dari dugaan semula. Tapi yang kami ingat, dari ngobrol-ngobrol dengan Wherda jauh hari sebelumnya, timnya di Hard Rock Radio Bali mencoba berspekulasi tentang lagu mana yang mampu jadi hits dari album ANIMO “Mimpi Tak Bertepi” itu. Dan saat itu Wherda dengan kemampuan teknisnya atas lagu sudah mengatakan kepada Animo bahwa lagu yang ia jagokan adalah “Biarkanlah”. OK lah Bro… Kami senang dengan pendapat itu. Dan sekarang Minggu ke 2 bulan Agustus “Biarkanlah” telah naik ke peringkat ke 8. Ayo Animotions pilih lagu Animo itu di Hard Rock Radio biar peringkatnya naik terus…..

Suatu hari yang lain lagi, Erli, music director Cassanova FM Bali menelpon Animo dan menginformasikan berita mendebarkan “Lagu Animo “Dewiku” menempati posisi terhormat No. 1 di tangga lagu “Indie Chart” Cassanova FM Bali” Wow, what a surprise. Terima kasih buat para Animotions yang udah memilih lagu tersebut di Cassanova dan buat Cassanova FM juga banyak terima kasih atas publikasi dan promosi Animo sehingga lagunya mendapat tempat istimewa tersebut.

Kami, jelas berbahagia dan lebih bersemangat dengan 2 kabar ini. Tapi ini belum selesai dan perjalanan masih jauh. Kami masih sangat berharap kepada Animotions untuk tidak bosan memilih lagu Animo di Hard Rock Radio dan Cassanova FM agar terjaga posisinya. Thanks a lot dari Animo.

© Copyright 2008 Animo Music, All Rights Reserved.
All content on this site is the property of Animo Music and is protected under International copyright laws.