“MALAM ANIMO” YANG MEMBAHAGIAKAN
Sunday, June 29th, 2008Akhirnya, akhir sebuah persiapan dan awal sebuah perjalanan terjadi juga malam tadi, Jumat 27 Juni 2008 di Hard Rock Café Bali. Animo “menemui” publik yang lebih luas dan beragam dalam launching band sekaligus albumnya “Mimpi Tak Bertepi”
Dibuka oleh opening act yang apik dari SORA Band, grup musik yang memiliki karakter musik yang apik dalam racikan musik dan vokalnya mengantar malam itu dengan 5 lagunya. Beberapa lagu yang telah akrab dikuping pemirsanya malam itu turut dinyanyikan bersama. SORA Band pantas menjadi band yang dapat menjadi duta Bali di kancah musik yang lebih luas.
Tiba pada menu utama. Dipandu oleh MC Rio yang juga band leader Saharadja Band dan trumpetis itu, acara malam itu terasa sekali casualnya. Setelah penampilan SORA Band, manajemen Animo mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara dan secara simbolis menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Ten mewakili manajemen Hard Rock Cafe Bali.
Setelah itu meluncurlah satu persatu lagu ANIMO dalam album ”Mimpi Tak Bertepi” dipadu dengan video info dan clip ANIMO menjadi sebuah entertainment yang sedikit teatrikal. Dibuka dengan visual documentary Animo lalu disusul lagu ”Dewiku”, setelah itu lagu “Sesungguhnya” dengan musisi tamu Chika Asamoto yang memainkan Soprano Saxophone dengan mendayu. Busana yang dikenakannya sangat casual dan terasa pas untuk performancenya malam itu.
Lagu “Biarkanlah ” merupakan lagu berikutnya yang dibawakan ANIMO. Rio Sidik yang menjadi MC malam itu tampil pada lagu ini menjadi musisi tamu. Tak pelak lagi penonton bersorak untuk penampilan khasnya ini. Nampak Rio dan para personil Animo begitu lekat dalam jalinan irama yang dipertegas dengan body language mereka yang riang dan lepas. Setelah itu giliran lagu “Bersama” lalu lagu “Confesion” yang merupakan lagu satu satunya yan berbahasa Inggris dalam album ANIMO “Mimpi Tak Bertepi”. Lagu ini menghadirkan Eric Sondhi yang dengan khusuk mengiringi lewat electric pianonya.
“Ku Ingin Kau Tahu” dan “Mimpi Tak Bertepi” merupakan lagu yang berikutnya disajikan ANIMO. “Mimpi Tak Bertepi” yang merupakan judul album ini banyak mengecoh penonton karena pada intro dan awal lagu nampak seperti lagu dengan beat slow, namun setelah reffrain hingga akhir lagu cukup menghentak dengan irama yang lebih membuat riang. Lagu “Dapatkah Kulihat Cinta Dimatamu” adalah lagu terakhir yang dibawakan ANIMO malam itu, namun atas permintaan penonton dengan more…more…dan more…. Akhirnya ANIMO menutup dengan lagu baru yang akan dihadirkan dalam album berikutnya. Kegembiraan jelas terpancar dalam raut raut wajah personil ANIMO dan penonton. Malam itu adalah malam yang luar biasa bagi awal kehadiran sebuah band yang ingin menapak jalan panjang musik Indonesia.
Para undangan dan penonton yang hadir malam itu benar-benar luar biasa, selain Animotions, mereka yang hadir kebanyakan adalah musisi musisi dan penggiat musik di Bali. Mereka adalah Bali Orange Team, Kelompok Lakon Team, Matamera Communications Team, Bale Legend Team, Koko Harsoe, Ito Kurdhi, Riwin, Ayu Laksmi, Azar, Gede Yudhana, Sally Jo, Marina, El Monos, Doddy, Marlyn, David Wijaya, ada aktifis musik Rudolf Dethu, Igo Blado dan juga Ed Eddy dan banyak lagi kalangan musik di Bali. Dari kalangan Entertainment ada Tina Ardie dan George, Jody, dan dari media ada Stuart The Beat, Hard Rock Radio Bali, OZ Radio Bali, Cassanova FM, Phoenix Radio, FBI FM dan banyak lagi. Nampak pula dari kalangan industri pariwisata di Bali serta Bali Bloggers Community. Semua meluangkan waktunya untuk memberikan apresiasi untuk ANIMO.
Terima kasih semua. Mudah-mudahan malam ini menjadi tonggak penting bagi eksistensi ANIMO di dunia musik Indonesia.





